Inilah Bahaya Dari Terlalu Membanggakan Tingkat Pendidikan yang Dicapai

Inilah Bahaya Dari Terlalu Membanggakan Tingkat Pendidikan yang Dicapai – Saat ini sudah semakin banyak orang yang melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi lagi untuk bisa masuk ke dalam dunia pekerjaan yang akan di terima kedepannya.

Bisa berkuliah sampai jenjang pendidkan tertinggi apalagi di luar negeri, tentu suatu pencapaian yang wajib disyukuri. Makin tak mudah jalanmu untuk berkuliah setinggi itu, makin kamu pantas untuk merasa bangga.

Walau demikian, jangan berlebihan dalam membanggakan tingkat pendidikanmu, ya! Tetaplah rendah hati karena kelewat bangga dengan tingkat pendidikan hanya akan mengantarkanmu pada bahaya di bawah ini.

Inilah Bahaya Dari Terlalu Membanggakan Tingkat Pendidikan yang Dicapai

1. Cuma mau bergaul dengan kalangan tertentu
Dalam memilih teman, kamu mengelompokkan orang-orang menjadi dua maplegrovebandb golongan. Pertama ialah mereka yang kamu anggap terdidik dengan baik, sedangkan golongan kedua adalah mereka yang pendidikannya kurang.

Mendiskriminasi orang berdasarkan tingkat pendidikannya saja sudah merupakan sikap yang amat buruk. Masih ditambah kamu sangat semena-mena dalam menetapkan siapa saja yang berpendidikan dan tidak berpendidikan.

Jika kamu sedang menempuh studi S2 atau S3 misalnya, lulusan strata di bawahmu pun bakal kamu anggap kurang berpendidikan. Jadilah lingkungan pergaulanmu amat terbatas dan pada akhirnya akan merugikan diri sendiri.

2. Bersikap arogan dan selalu merasa paling benar
Sudah pergaulanmu amat terbatas, sikapmu terhadap orang lain juga arogan. Kamu terlalu percaya diri dengan tingkat pendidikanmu yang lebih tinggi dari kebanyakan orang di sekitarmu.

Secara tidak langsung, kamu berpikir bahwa dengan tingkat pendidikan setinggi itu, seluruh pendapatmu pasti benar. Dampaknya, kamu paling gak bisa terima tuh, apabila ada orang yang memiliki pemikiran berbeda darimu.

Kamu akan berusaha membungkamnya dan memaksa semua orang untuk mengikuti dirimu saja. Kalau mereka tak bersedia, kamu dapat membodoh-bodohkan mereka.

3. Sukar mempelajari hal-hal di luar materi kuliah
Sebagai orang yang berilmu, seharusnya kamu mengerti bahwa lautan ilmu tidak pernah habis untuk diselami. Artinya, kamu telah menyelesaikan pendidikan di jenjang tertinggi pun, masih ada banyak hal dalam kehidupan yang harus dipelajari.

Contoh, kamu mengambil studi matematika. Apakah semua hal dalam kehidupan ini hanya tentang matematika? Tentu tidak, kan? Ada cara berinteraksi dengan orang-orang, berbagai persoalan hidup, dan sebagainya.

Pokoknya, ilmu yang dipelajari siapa pun di bangku pendidikan formal masih belum ada apa-apanya dibandingkan ilmu yang meliputi dunia ini. Terlalu membanggakan tingkat pendidikanmu justru bakal menunjukkan sempitnya wawasanmu.